Kabar Hukum
Polri Dalami Kerusuhan saat Hari Antikorupsi
Kamis, 10 Desember 2009 15:35 WIB
Semarang, (tvOne)
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menyatakan pihak kepolisian akan mengkaji secara mendalam kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia kemarin.
"Kita akan mengkaji dulu secara mendalam kerusuhan itu untuk mencari tahu penyebabnya sehingga di masa yang akan datang kerusuhan serupa tidak terulang lagi," kata Kapolri usai menjadi inspektur upacara penutupan pendidikan Taruna Akademi Kepolisian tahun 2009 di Semarang, Kamis.
Kapolri menjelaskan, setelah dilakukan pengkajian secara mendalam terhadap kerusuhan tersebut maka selanjutnya pihaknya akan mengevaluasi sampai seberapa jauh kerusuhan itu terjadi serta memnentukan langkah-langkah yang perlu diambil.
"Hal ini menjadi suatu pembelajaran bagi kita semua terutama dari kalangan perguruan tinggi terutama mahasiswa yang seharusnya lebih mengedepankan langkah-langkah persuasif agar tercipta ketertiban dan keamanan serta situasi yang kondusif," ujarnya.
Menurut Kapolri, hasil dari kajian secara mendalam tersebut akan diserahkan kepada masing-masing Polda yang di daerahnya kemarin sempat terjadi kerusuhan dalam peringatan Hari Antkorupsi Sedunia.
Mengenai adanya anggapan bahwa Polri kurang berprestasi dan serius dalam menangani kasus korupsi, Kapolri mengatakan kalau hal itu tidak tepat karena saat ini kasus yang ditangani pihaknya jumlahnya cukup banyak.
"Memang di satu sisi kita ada kelemahan dalam menangani kasus korupsi yaitu pengembalian uang negara yang ke depannya akan kita benahi dan menjadi prioritas, bukan hanya aspek kuantitatifnya saja," ujarnya.
Kapolri mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan memberikan data secara keseluruhan kepada seluruh Kapolda mengenai jumlah keuangan negara yang berhasil diselamatkan dalam kasus korupsi yang ditangani Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi ditubuh Polri terus berjalan. "Saat ini Polri masih berproses karena mengubah suatu kultur itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun yang pasti ada perubahan di tubuh Polri," katanya. (Ant)
