Kabar Hukum
Sempat "Dihajar" Kanan Kiri, Bibit Tak Goyah Ungkap Kasus Korupsi
Kamis, 3 Desember 2009 20:45 WIB
Jombang, (tvOne)
Bibit Samad Rianto menegaskan dirinya tidak akan goyah memberantas korupsi jika kembali aktif sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski sempat "dihajar" berbagai kasus yang dianggap merupakan upaya melemahkan KPK. "Saya rasa tidak akan goyah," katanya ketika ditemui dalam syukuran yang digelar oleh warga di Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/12).
Bibit sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Setelah sekian bulan kasus itu berjalan, Kejaksaan Agung akhirnya mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) untuk kasus tersebut demi kepentingan umum.
Bibit menjelaskan, dia telah menyerahkan semua hal kepada Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada sesuatu yang perlu ditakuti. "Berani ke KPK berarti harus berani mengubah keadaan," katanya.
Menurut Bibit, penegakan hukum dan pemberantasan tindak pidana korupsi tidak boleh berhenti karena ancaman apapun. Bibit belum mengetahui secara persis kasus apa yang akan menjadi prioritas setelah dia kembali ke KPK. Hal itu disebabkan Bibit sudah tidak aktif menjabat untuk beberapa saat.
Namun, bibit mengidentifikasi beberapa kasus yang menarik perhatian publik, antara lain kasus dugaan aliran cek kepada sejumlah anggota DPR dalam pemilihan pejabat Gubernur Senior Bank Indonasia (BI) Miranda Gultom pada tahun 2004. Kemudian kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Masaro Radiokom dan kasus Bank Century yang gencar dituntut sejumlah elemen mahasiswa untuk segera dibongkar.
Khusus kasus Bank Century, kata Bibit, KPK sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, antara lain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan DPR RI. Bibit menegaskan, KPK akan menindaklanjuti kerjasama itu untuk mengungkap kasus yang sedang ditangani. (Ant)
