Kabar Hukum
UIN Jakarta Akui Sony sebagai Mahasiswa
Selasa, 13 Oktober 2009 12:09 WIB
Jakarta, (tvOne)
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akhirnya mengakui bahwa Sony, penyewa kamar nomor 15 tempat persembunyian Saifuddin Zuhri dan M Syahrir, adalah mahasiswanya.
"Mahasiswa kami memang ada yang bernama Sony Jayadi," kata Kepala Biro Informasi dan Humas UIN, Nurul Djamal di kampus UIN, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2009).
Djamal mengatakan, Sony masuk ke UIN pada tahun 2004. Sony, lanjut dia, berasal dari daerah Bekasi.
Senada dengan Djamal, Ketua jurusan fisika UIN, Sutrisno juga membenarkan bahwa Sony Jayadi adalah mahasiswa jurusan fisika UIN. Menurut dia, Sony adalah termasuk mahasiswa yang lambat dalam menyelesaikan studinya.
"Sony termasuk mahasiswa yang lambat karena belum lulus pada semester 11. Rata-rata disini lulus dalam empat sampai empat setengah tahun," kata dia seperti dilansir VIVAnews.
Sebelumnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membantah rilis polisi bahwa Sony yang kuliah di Fakultas MIPA. UIN tidak memiliki Fakultas MIPA, yang ada yakni Fakultas Sains dan Teknologi.
"Di UIN itu tidak ada Fakultas MIPA," kata Nurul Jamal, juru bicara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat dihubungi, Senin (12/10/2009).
Menurut pria yang akrab disapa Jamal ini, pihak UIN Syarif Hidayatullah juga sudah menelusuri mahasiswanya yang bernama Sony. Hasilnya, ada dua nama Sony.
"Ada dua nama Sony di Fakultas Sains dan Teknologi. Pertama bernama Dimas Sony Dewantoro. Kedua, Sony Jayadi," ujar dia.
Kendati demikian, UIN tidak mengetahui Sony yang mana yang dimaksud polisi.
